Close Menu
NATADEMOKRASI.COMNATADEMOKRASI.COM
  • REDAKSI
  • TENTANG
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • INFO IKLAN

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

BERITA TERBARU

Diduga Matel/DC Kreditplus Kembali Beraksi Peras Pengendara, Polisi: Hubungi Callcentre 110 akan Segera di Ringkus

September 6, 2026

HUT ke-106 Desa Lumpang Parungpanjang, Lurah Aing : Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong

September 6, 2026

6 RUANG KELAS SDN RANCAILAT 1 KRESEK DIREHABILITASI, Dana APBN Rp778 Juta Untuk Kenyamanan 300 Siswa Saat KBM

September 4, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Trending
  • Diduga Matel/DC Kreditplus Kembali Beraksi Peras Pengendara, Polisi: Hubungi Callcentre 110 akan Segera di Ringkus
  • HUT ke-106 Desa Lumpang Parungpanjang, Lurah Aing : Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong
  • 6 RUANG KELAS SDN RANCAILAT 1 KRESEK DIREHABILITASI, Dana APBN Rp778 Juta Untuk Kenyamanan 300 Siswa Saat KBM
  • KEPSEK SURYANTO APRESIASI REVITALISASI SDN NAMBO Kresek dari Pemerintah,  Pastikan K3 Lengkap dan Mutu Sesuai RAB Untuk Kenyamanan KBM
  • Gugatan Asep Nurhidayat Terhadap PT Damai Abadi Masuk PN Tangerang, Perkara Tercatat Nomor 1393/Pdt.G/2026/PN Tng
  • Sekretaris DPC Taruna Merah Putih kabupaten Bogor Imbau Warga Hormati Penuh Penyidikan KPK
  • Kepsek Maisyuri Chandra Dewi: Revitalisasi SDN Rancailat 3 Kresek Wujud Nyata Perhatian Negara untuk Anak Bangsa
  • Ketua KNPI Kabupaten Bogor Minta Publik Hormati Proses Hukum dan Tidak Tergiring Opini Negatif
Facebook X (Twitter) Instagram
NATADEMOKRASI.COMNATADEMOKRASI.COM
DAFTAR
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • JABODETABEK
    • BANTEN
    • TANGERANG
  • PERISTIWA
  • POLITIK
    • ORGANISASI
    • SOSIAL
  • HUKUM
  • OPINI
    • SOSOK
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
    • OLAHRAGA
NATADEMOKRASI.COMNATADEMOKRASI.COM
  • HOME
  • NASIONAL
  • DAERAH
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OPINI
  • EKBIS
  • GAYA HIDUP
Home » BREAKINGNEWS.. Modus “Hipnotis” via Telepon Jerat Korban Ajukan Pinjol, Pengacara Zainudin Ansori Ingatkan Warga Waspada
HUKUM

BREAKINGNEWS.. Modus “Hipnotis” via Telepon Jerat Korban Ajukan Pinjol, Pengacara Zainudin Ansori Ingatkan Warga Waspada

By Johanda Sulaiman SianturiAugust 9, 2026
Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":false,"containsFTESticker":false}
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

TANGERANG, natademokrasi.com  — Telepon dari orang tak dikenal bisa berujung petaka. Modus penipuan yang disebut korban sebagai “hipnotis” melalui sambungan telepon diduga membuat korban kehilangan kendali dan mengikuti instruksi pelaku hingga mengajukan pinjaman online atau pinjol. Dana hasil pinjaman kemudian diarahkan untuk ditransfer ke rekening yang disebut milik pelaku.
Kantor Hukum Zainudin Ansori, S.H., dan Rekan kini tengah memberikan pendampingan hukum terhadap salah satu korban dugaan penipuan dengan modus tersebut. Perkara itu juga telah dilaporkan kepada pihak kepolisian.

Zainudin Ansori, S.H. mengatakan modus semacam ini patut diwaspadai karena pelaku diduga memanfaatkan kondisi psikologis korban melalui percakapan yang mendesak dan membuat korban mengikuti instruksi tanpa berpikir panjang.

“Kami ingatkan agar warga waspada modus penipuan hipnotis via telepon yang mengarahkan untuk melakukan pinjaman online. Saat ini kami tengah mendampingi korban dan sudah melaporkan kepada pihak kepolisian,” ujar Zainudin kepada Volunteer News, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Korban Diarahkan Mengajukan Pinjaman
Dalam modus yang didampingi kantor hukum tersebut, korban diduga menerima komunikasi melalui telepon. Percakapan kemudian diarahkan sedemikian rupa hingga korban mengikuti sejumlah instruksi dari penelepon.
Salah satu instruksi tersebut adalah mengajukan pinjaman online. Setelah dana pinjaman cair, korban kemudian diarahkan untuk mentransfer uang tersebut ke rekening yang diberikan oleh pelaku.
Pola tersebut menunjukkan bagaimana penipuan melalui telepon dapat berkembang dari sekadar komunikasi menjadi kerugian finansial. Korban bukan hanya kehilangan uang, tetapi juga berpotensi tetap memiliki kewajiban pembayaran kepada platform pinjaman yang digunakan.

Istilah “hipnotis” dalam perkara ini digunakan untuk menggambarkan kondisi korban yang disebut mengikuti arahan penelepon. Secara jurnalistik, dugaan tersebut tetap perlu dibedakan dari kesimpulan bahwa pelaku benar-benar melakukan hipnosis. Hal yang menjadi fokus hukum adalah dugaan adanya manipulasi atau tipu muslihat yang membuat korban melakukan transaksi yang merugikan dirinya.
Pelaku Manfaatkan Kepanikan
Modus penipuan melalui telepon umumnya mengandalkan tekanan psikologis. Pelaku dapat mengaku sebagai aparat, petugas bank, pegawai instansi, atau pihak lain yang dianggap memiliki kewenangan.

Percakapan kemudian dibuat seolah-olah dalam kondisi darurat. Korban dapat dibuat panik dengan informasi mengenai kecelakaan anggota keluarga, persoalan hukum, rekening bermasalah, atau ancaman lain.

Dalam situasi seperti itu, korban didorong untuk mengambil keputusan secara cepat.

Pelaku juga dapat meminta korban tetap berada dalam sambungan telepon dan tidak menghubungi orang lain untuk melakukan konfirmasi. Jika korban kehilangan kesempatan untuk berpikir dan memeriksa informasi, ruang bagi pelaku untuk mengendalikan percakapan menjadi semakin besar.
Pada tahap berikutnya, korban dapat diarahkan membuka aplikasi keuangan, mengunduh aplikasi tertentu, mengajukan pinjaman, hingga menyerahkan dana kepada rekening yang diberikan penelepon.

Jangan Pernah Berikan OTP dan PIN
Zainudin mengingatkan masyarakat agar tidak mengikuti instruksi dari penelepon yang meminta data pribadi, kode OTP, PIN, kata sandi, maupun informasi perbankan.

Jika percakapan mulai mengarah pada permintaan uang, transfer, pengajuan pinjaman, atau pemasangan aplikasi tertentu, masyarakat diminta segera menghentikan komunikasi.

Langkah sederhana seperti menutup telepon dapat mencegah kerugian yang jauh lebih besar.

Masyarakat juga disarankan melakukan verifikasi secara mandiri. Jika penelepon mengaku sebagai petugas bank, aparat, atau instansi tertentu, jangan melakukan verifikasi melalui nomor yang diberikan penelepon. Hubungi lembaga tersebut melalui kanal resmi yang diketahui masyarakat.

Sudah Menjadi Korban, Jangan Hapus Bukti
Bagi masyarakat yang terlanjur menjadi korban, seluruh bukti komunikasi sebaiknya tidak dihapus.
Riwayat percakapan, nomor telepon, rekaman komunikasi jika tersedia secara sah, bukti transfer, rekening tujuan, bukti pengajuan pinjaman, tangkapan layar, hingga informasi aplikasi yang digunakan dapat menjadi bagian penting dalam proses penanganan perkara.
Korban juga perlu segera menghubungi pihak bank atau penyelenggara layanan keuangan terkait untuk melaporkan transaksi mencurigakan dan menanyakan langkah pengamanan yang dapat dilakukan.

Laporan kepada aparat penegak hukum juga penting, terutama apabila terdapat dugaan penipuan, manipulasi, atau penggunaan data pribadi tanpa hak.

Pinjol Bukan Jalan Keluar dari Tekanan
Kasus yang tengah didampingi Kantor Hukum Zainudin Ansori menjadi pengingat bahwa pinjaman online dapat disalahgunakan sebagai bagian dari modus penipuan.

Masyarakat yang sedang berada dalam kondisi panik justru menjadi sasaran yang rentan. Karena itu, setiap instruksi yang meminta korban meminjam uang untuk kemudian mengirimkannya kepada pihak lain patut dicurigai.

Prinsipnya sederhana: jangan mengambil keputusan finansial ketika berada di bawah tekanan telepon dari orang yang tidak dikenal.
Tidak ada alasan untuk terburu-buru mengajukan pinjaman hanya karena penelepon mengaku berasal dari lembaga resmi.
Jika sebuah informasi benar-benar penting, masyarakat selalu memiliki pilihan untuk memutus telepon, menenangkan diri, kemudian melakukan konfirmasi melalui sumber resmi.

Dalam perkara yang kini mendapat pendampingan hukum tersebut, proses hukum selanjutnya akan menjadi ruang untuk mengungkap bagaimana komunikasi berlangsung, bagaimana korban diarahkan, serta siapa pihak yang berada di balik rekening penerima dana.

Kantor Hukum Zainudin Ansori juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap penelepon yang menggunakan tekanan psikologis untuk memaksa korban mengambil keputusan keuangan dalam waktu singkat.

Satu panggilan telepon bisa berlangsung hanya beberapa menit. Namun, jika diikuti dengan pinjaman dan transfer dana, akibat finansialnya bisa berlangsung jauh lebih lama. **RED…

Follow on Google News
Share. Facebook Twitter WhatsApp Copy Link
Previous ArticleMurid Baru SMPN 3 Pagedangan Beberkan Nilai Harga Baju Seragam, Sijabat: 850 Ribu Mereka Bayar
Next Article Jelang HUT RI ke-81, Desa Karang Tengah Pagedangan Gelar Perlombaan Agustusan Bertabur Hadiah Menarik

BACA JUGA

Diduga Matel/DC Kreditplus Kembali Beraksi Peras Pengendara, Polisi: Hubungi Callcentre 110 akan Segera di Ringkus

September 6, 2026

HUT ke-106 Desa Lumpang Parungpanjang, Lurah Aing : Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong

September 6, 2026

6 RUANG KELAS SDN RANCAILAT 1 KRESEK DIREHABILITASI, Dana APBN Rp778 Juta Untuk Kenyamanan 300 Siswa Saat KBM

September 4, 2026
Demo
TERPOPULER

Diduga Matel/DC Kreditplus Kembali Beraksi Peras Pengendara, Polisi: Hubungi Callcentre 110 akan Segera di Ringkus

HUKUM September 6, 2026

TANGERANG, natademikrasi.com – Polisi mengamankan dua orang yang diduga melakukan pemerasan dan penghinaan terhadap seorang…

HUT ke-106 Desa Lumpang Parungpanjang, Lurah Aing : Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong

September 6, 2026

6 RUANG KELAS SDN RANCAILAT 1 KRESEK DIREHABILITASI, Dana APBN Rp778 Juta Untuk Kenyamanan 300 Siswa Saat KBM

September 4, 2026

KEPSEK SURYANTO APRESIASI REVITALISASI SDN NAMBO Kresek dari Pemerintah,  Pastikan K3 Lengkap dan Mutu Sesuai RAB Untuk Kenyamanan KBM

September 3, 2026
IKUTI KAMI
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
BACA JUGA

Diduga Matel/DC Kreditplus Kembali Beraksi Peras Pengendara, Polisi: Hubungi Callcentre 110 akan Segera di Ringkus

September 6, 2026

HUT ke-106 Desa Lumpang Parungpanjang, Lurah Aing : Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong

September 6, 2026

6 RUANG KELAS SDN RANCAILAT 1 KRESEK DIREHABILITASI, Dana APBN Rp778 Juta Untuk Kenyamanan 300 Siswa Saat KBM

September 4, 2026

KEPSEK SURYANTO APRESIASI REVITALISASI SDN NAMBO Kresek dari Pemerintah,  Pastikan K3 Lengkap dan Mutu Sesuai RAB Untuk Kenyamanan KBM

September 3, 2026

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
TENTANG
TENTANG

Alamat Kantor: Jalan Raya Kresek Desa Renged Kec. Kresek Kab. Tangerang - Banten

Email: natademokrasi@gmail.com
Telp: 0852-1222-6700 / 0857-7972-0323

Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
CATATAN REDAKSI

Diduga Matel/DC Kreditplus Kembali Beraksi Peras Pengendara, Polisi: Hubungi Callcentre 110 akan Segera di Ringkus

September 6, 2026

HUT ke-106 Desa Lumpang Parungpanjang, Lurah Aing : Jadi Momentum Bangkitkan Gotong Royong

September 6, 2026
New Comments
    © 2023 NATADEMOKRASI.COM
    • REDAKSI
    • TENTANG
    • PEDOMAN MEDIA SIBER
    • KODE ETIK JURNALISTIK
    • INFO IKLAN

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.