TANGERANG, natademokrasi.com – Fenomena musiman setelah usai penerimaan siswa-i di SMPN 3 Pagedangan menuai komentar dari kalangan aktivis pemerhati pendidikan di kabupaten Tangerang.
Pungutan liar yang bermoduskan jual-beli baju seragam dan atribut bagi anak siswa baru kelas 7 di SMPN 3 Pagedangan diduga sangat besar di nilai oleh kalangan aktivis yang mendengarnya.
“Buat siswa laki-laki berkisar 800 ribu dan siswi perempuannya 850 ribu, pak” ujar salah satu siswi kelas 7 yang tak ingin namanya disebutkan.
Lamhot Sijabat selaku pemerhati pendidikan di kabupaten Tangerang menanggapi secara serius atas sikap oknum kepala sekolah SMPN 3 Pagedangan, Ita Ratna Julita, S.Pd., tidak pernah ada disekolah saat ditemui oleh timnya.
” Sudah tiga kali kami hadir disekolah, namun ibu kepsek tidak pernah ada di ruangannya bahkan sikap guru piket dan pengajar yang ditemui tim juga cuek terhadap tamu pimpinannya,” terang Jabat kepada natademokrasi.com
Ditambahkan Sijabat, persoalan nilai tinggi jual-beli seragam yang hampir bernilai satu juta ini akan dilaporkan ke kepala dinas pendidikan yang baru pejabat kemarin agar ditegur keras dan segera diberikan sanksi sebagai efek jera bagi kepala sekolah negeri lainnya yanga ada di kabupaten Tangerang.
Hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi dari kepala sekolah SMPN 3 Pagedangan hanya tim memberikan informasi kepada ketua gugus wilayah Pagedangan. **J.Sianturi…

