TANGERANG, natademokrasi.com – Proyek Revitalisasi SDN Jambe II senilai *Rp. 994.642.198* yang bersumber dari APBN 2026 diduga kuat dikerjakan asal-asalan dan minim pengawasan.
Pantauan natademokrasi di lokasi, Selasa [01/09/2026], menunjukkan lemahnya kepatuhan terhadap K3 dan tidak adanya pengawasan ketat dari pihak terkait.

Padahal dana yang dikucurkan hampir *1 Miliar Rupiah*. Waktu pengerjaan 150 hari dari 20 Agustus s/d 31 Desember 2026.
*K3 Diabaikan, Keselamatan Pekerja Terancam*
Di lokasi, hanya terlihat 1 orang pekerja sedang memasang rangka atap tanpa mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Tidak ada helm safety, tidak ada safety belt, dan material berserakan di koridor tempat anak-anak lewat.
“Ini sekolah, ada anak-anak. Kalau ada apa-apa siapa yang tanggung jawab? Aturannya jelas, proyek APBN wajib taat K3. Ini jelas melanggar,” Ujar Lambot Jabat selalu pemerhati pendidikan.

*Diduga Kuat Jadi Bancakan Oknum*
Minimnya pengawasan inilah yang memicu kecurigaan warga. Proyek besar dengan nilai fantastis tapi pengerjaannya terkesan lamban dan seadanya.
“Kami menduga kuat proyek ini akan jadi bancakan sejumlah oknum. Ada pembiaran. Kalau diawasi ketat pasti tidak begini caranya,” ujarnya pada natademokrasi.
Papan proyek sudah terpasang, namun transparansi berhenti di situ. Tidak ada informasi siapa anggota P2SP, tidak ada laporan progres, dan Kepala Sekolah, H. Yuhnadi, http://S.Pd., SD., MM belum bisa dikonfirmasi.
*Tuntut Dinas Pendidikan Turun*
Ia mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang dan Inspektorat segera turun ke lapangan. Jangan sampai uang rakyat Rp994 Juta habis percuma untuk proyek “tambal sulam”.
“Ini uang negara APBN 2026. Bukan uang pribadi. Awasi, evaluasi, dan tindak kalau ada penyelewengan,” tegas Lamhot Jabat
awak media natademokrasi akan terus mengawal proyek ini. Jika dalam 150 hari hasilnya tidak sesuai, maka ini akan menjadi temuan baru dugaan penyimpangan dana pendidikan dari Kementrian Pendidikan yang di Kabupaten Tangerang. **J.SIANTURI…

