TANGERANG, natademokrasi.com — Donny Putra T., S.H., Ketua Ikatan Minang Kabupaten Tangerang sekaligus pihak yang mengaku pernah menjadi bagian dari tim sukses Maesyal Rasyid pada Pilkada 2024, menyampaikan kekecewaannya terhadap sejumlah janji yang menurutnya pernah disampaikan kepadanya, tetapi hingga kini belum menunjukkan realisasi yang diharapkan.
Donny mengungkapkan, dukungan politik yang pernah diberikan bukan semata-mata persoalan kemenangan dalam kontestasi Pilkada, melainkan juga harapan agar komitmen yang disampaikan dapat diwujudkan setelah seseorang memperoleh amanah untuk memimpin pemerintahan.
Menurut Donny, dirinya merasa kecewa karena sejumlah janji yang pernah diuraikan kepadanya belum terbukti sebagaimana yang diharapkan.
“Banyak janji yang diuraikan kepada saya, tetapi tidak ada satu pun yang terbukti. Itulah yang membuat saya kecewa,” ujar Donny dengan nada lirih.
Ia menilai, seorang kepala daerah semestinya tidak hanya pandai menyampaikan janji ketika membutuhkan dukungan politik, tetapi juga harus mampu menunjukkan bukti nyata melalui kebijakan, tindakan, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Tong kosong nyaring bunyinya.”
Ungkapan tersebut disampaikan Donny untuk menggambarkan kekecewaannya terhadap apa yang dinilainya sebagai kesenjangan antara janji dan kenyataan.
Menurutnya, memimpin pemerintahan daerah bukan perkara mudah. Jabatan bupati menuntut tanggung jawab besar, kemampuan mengelola birokrasi, serta keberanian menyelesaikan persoalan masyarakat secara konkret.
“Apalagi mengurus pemerintahan. Masyarakat saja, menurut saya, seperti ditipu habis-habisan jika janji hanya berhenti di ucapan tanpa realisasi,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut merupakan kritik keras Donny terhadap kepemimpinan Kabupaten Tangerang. Ia berharap pemerintah daerah tidak mengabaikan harapan masyarakat yang telah memberikan kepercayaan melalui proses demokrasi.
Janji Politik Harus Dapat Dipertanggungjawabkan
Donny menegaskan bahwa dukungan politik semestinya dibangun di atas kepercayaan dan komitmen yang dapat dipertanggungjawabkan. Setelah pemilihan selesai, seorang kepala daerah tetap berkewajiban membuktikan janji-janji yang disampaikan kepada masyarakat maupun pihak-pihak yang mendukungnya.
Ia juga mengingatkan bahwa masyarakat memiliki hak untuk mempertanyakan realisasi program, transparansi kebijakan, serta kesesuaian antara pernyataan pejabat dan tindakan pemerintah.
Menurutnya, kritik yang disampaikan bukan semata-mata persoalan hubungan pribadi atau kepentingan politik, melainkan bagian dari kontrol publik terhadap jalannya pemerintahan.
“Jangan hanya pandai merangkai kata ketika membutuhkan dukungan. Setelah mendapatkan amanah, tunjukkan hasilnya. Rakyat membutuhkan bukti, bukan sekadar janji,” tegasnya.
Menanti Jawaban dan Bukti Nyata
Kekecewaan Donny menjadi pengingat bahwa kepercayaan politik merupakan amanah yang harus dijaga. Setiap janji yang disampaikan kepada masyarakat idealnya memiliki kejelasan program, target, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme evaluasi yang dapat dipantau secara terbuka.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat keterangan mengenai janji-janji spesifik yang dimaksud Donny, termasuk waktu penyampaian, bentuk komitmen, dan bukti komunikasi yang mendasarinya. Karena itu, rincian tersebut masih perlu dikonfirmasi agar publik dapat menilai persoalan ini secara objektif.
Media ini membuka ruang bagi Bupati Tangerang Maesyal Rasyid maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi dan tanggapan atas pernyataan Donny Putra T., S.H.
Pada akhirnya, ukuran kepemimpinan bukanlah seberapa lantang janji disampaikan, melainkan seberapa nyata hasilnya dirasakan masyarakat. **SA’AD/PERARI…

