- TANGERANG, natademokrasi.com – Fenomena musiman setelah usai penerimaan siswa-i di SMPN 1 Jambe menuai komentar dari kalangan aktivis pemerhati pendidikan di kabupaten Tangerang.
Pungutan liar yang bermoduskan jual-beli baju seragam dan atribut bagi anak siswa baru kelas 7 di SMPN Jambe diduga sangat besar di nilai oleh Sijabat selaku pemerhati pendidikan
“Buat siswa laki-laki berkisar 900 ribu beserta murid perempuan lainnya” ujar salah satu siswi kelas 7 yang tak ingin namanya disebutkan.
Lamhot Sijabat selaku pemerhati pendidikan di kabupaten Tangerang menanggapi secara serius atas sikap oknum kepala sekolah SMPN 1 Jambe, pak Kennedy tidak pernah ada disekolah saat ditemui oleh timnya.
” Sudah beberapa kali kami hadir disekolah, namun pak kepsek tidak pernah ada di sekolahnya bahkan pihak penjaga sekolah tidak memberikan kesempatan untuk ketemu humas SMPN 1 Jambe,” terang Jabat kepada natademokrasi.com
Ditambahkan Sijabat, persoalan nilai tinggi jual-beli seragam yang hampir bernilai satu juta ini akan dilaporkan ke kepala dinas pendidikan yang baru pejabat kemarin agar ditegur keras dan segera diberikan sanksi sebagai efek jera bagi kepala sekolah negeri lainnya yanga ada di kabupaten Tangerang.
Hingga berita ini disusun, belum ada klarifikasi dari kepala sekolah SMPN 1 Jambe hanya tim memberikan informasi kepada pejabat dinas pendidikan kabupaten Tangerang. **J.Sianturi…

