TANGERANG, natademokrasi.com – Sebanyak 108 siswa mengikuti peringatan Muludan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di SMPN 8 Pasar Kemis, Desa Suka Asih, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Kamis [18/09/2026].
Kegiatan yang mengusung tema _”Meneladani Sifat Rasul SAW Untuk Kehidupan Sehari-hari” tersebut diisi dengan pembacaan sholawat, tausiyah keagamaan, dan doa bersama.

Kepala SMPN 8 Pasar Kemis, Ahmad Fuadi, S.Pd., M.M., mengatakan peringatan Maulid menjadi bagian dari pendidikan karakter bagi siswa. Pihaknya ingin siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia seperti Rasulullah.
“Melalui Muludan ini, kami ingin menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan kasih sayang kepada sesama. Itu semua adalah sifat Rasulullah yang harus diteladani dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” ujar Ahmad Fuadi.

Tausiyah disampaikan oleh KH. Mukhlis Shopian. Dalam ceramahnya, ia mengajak para siswa untuk mencontoh empat sifat utama Nabi Muhammad SAW, yakni siddiq, amanah [dapat dipercaya], tabligh [menyampaikan kebaikan], dan fathonah.[jujur][cerdas]
“Anak-anakku sekalian, kalau ingin sukses seperti Rasulullah, kuncinya ada empat. Jujur saat ujian, amanah saat diberi tugas, berani menyampaikan kebenaran, dan cerdas dalam belajar,” pesan KH. Mukhlis Shopian di hadapan ratusan siswa.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua Komite SMPN 8 Pasar Kemis, Nurdin Jepri, beserta jajaran staf Desa Suka Asih, dewan guru, dan tenaga kependidikan.
Nurdin Jepri mengapresiasi kegiatan keagamaan yang rutin digelar pihak sekolah. Menurutnya, kegiatan Maulid menjadi jembatan antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
“Kami dari komite sangat mendukung. Ini pendidikan karakter yang tidak didapat di buku pelajaran. Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang berakhlak dan berprestasi,” kata Nurdin.
Mereka sedang memperingati Muludan, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Kembali, di tengah kurikulum yang padat, Kepala SMPN 8 Pasar Kemis, Ahmad Fuadi, S.Pd., M.M., sengaja memberikan ruang untuk pelajaran yang tidak ada di buku: pelajaran akhlak.
“Kami ingin anak-anak tahu, pintar saja tidak cukup. Harus jujur, harus amanah. Itu yang diajarkan Rasul,” kata Ahmad Fuadi sambil tersenyum menyambut natademokrasi dan tim di ruang kerjanya.
Meneladani Sifat Rasul SAW Untuk Kehidupan Sehari-hari
Di atas mimbar sederhana, juga KH. Mukhlis Shopian tidak berceramah dengan bahasa berat. Ia bercerita tentang Nabi yang remaja sudah berdagang dengan jujur, Nabi yang tidak pernah menyakiti temannya, Nabi yang cerdas menyelesaikan masalah.
Di barisan depan, Ketua Komite SMPN 8 Pasar Kemis, Nurdin Jepri, bersama staf Desa Suka Asih Kecamatan Pasar Kemis tampak khusyuk mendengarkan. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Ini simbol bahwa pendidikan tidak hanya tugas guru, tapi tugas bersama antara sekolah, komite, dan desa.
108 siswa itu mungkin akan lupa rumus fisika. Tapi siang itu, mereka pulang membawa satu pesan yang lebih lama tinggal: bahwa menjadi baik adalah pelajaran seumur hidup. **Johanda Sianturi…

