TANGERANG, natademokrasi.com –Polemik Waduk Kronjo yang di viral kan akun TikTok dengan narasi “galian ilegal” dibantah keras oleh Putra Kronjo Ari Sudrajat, Sekretaris KSM Kronjo Hijau. Ia menyebut tudingan itu tendensius, sepenggal, dan menyesatkan publik.
“Jangan bangun opini dari potongan video. Lihat fakta di lapangan secara utuh,” tegas Ari Sudrajat, Jumat (30/10/2026).
FAKTA: BUKAN GALIAN ILEGAL, TAPI GERAKAN GOTONG ROYONG REVITALISASI
KSM Kronjo Hijau menegaskan kegiatan di Waduk Kronjo adalah normalisasi dan revitalisasi tandon air, bukan tambang ilegal. Tujuannya jelas: memulihkan fungsi konservasi waduk yang mengalami pendangkalan/sedimentasi, plus gerakan penanaman 1.000 pohon.
Sebelum eksekusi, KSM sudah menempuh jalur koordinasi resmi. Surat pemberitahuan dan permohonan dukungan sudah dilayangkan kepada:
1. Gubernur Banten
2. Dinas PUPR Provinsi Banten
3. Aparat Kepolisian
4. Bupati Tangerang
5. DPRD Kabupaten Tangerang
6. Camat Kronjo
Ini bukan kerja diam-diam. Ini gerakan gotong royong yang terbuka untuk diawasi.
“Kami mengajak masyarakat melihat persoalan ini secara menyeluruh. Jangan sampai informasi yang hanya menampilkan sebagian fakta justru menimbulkan kesalahpahaman. Kami terbuka terhadap kritik, tetapi mari kedepankan fakta, data, dan dialog,” ujar Ari.
JANGAN MUDAH TERPROVOKASI KONTEN TIKTOK
KSM menilai penyebaran video tanpa penjelasan lengkap berpotensi memecah belah dan mengaburkan tujuan besar. Kritik adalah kontrol sosial, tapi harus berdasar data lengkap, bukan framing viral.
GAGASAN BESAR: WADUK KRONJO BUKAN SEKEDAR TANDON, TAPI MASA DEPAN EKONOMI KREATIF KRONJO
Ari memaparkan, Putra Kronjo tidak hanya bersuara saat ada polemik, tapi menawarkan gagasan. Waduk Kronjo diproyeksikan menjadi ikon baru:
1. Konservasi & Lingkungan:* Normalisasi tandon, atasi sedimentasi, penghijauan 1.000 pohon.
2. Pariwisata Lokal: Destinasi wisata berbasis lingkungan dan masyarakat.
3. UMKM Naik Kelas: Pusat kuliner & Pujasera UMKM di kawasan waduk.
4. Pertanian Berkelanjutan: Kolaborasi kelompok tani untuk kawasan produktif.
5. Ekonomi Kreatif: Sinergi masyarakat, pemerintah, komunitas, pelaku usaha.
“Pembangunan Kronjo tidak cukup bicara infrastruktur. Harus mampu gali potensi lokal dan sejahterakan warga. Putra daerah harus berani bersuara, bukan hanya ketika ada persoalan, tapi mampu menawarkan gagasan dan ikut mengambil bagian dalam pembangunan,” tegasnya.
KSM mempersilakan siapapun untuk turun, cek, awasi, dan beri masukan langsung di lapangan. Jangan menghakimi dari layar HP.
Waduk Kronjo adalah milik rakyat. Waktunya putra daerah ambil peran, bukan hanya jadi penonton konten provokatif. **RED…

