TANGERANG, natademokrasi.com – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026-2027 di lingkungan sekolah SMPN 3 Kresek diduga kuat tidak berjalan sukses akibat persoalan kwalitas bangunan baru yang terlihat tidak bermutu baik.
Hal tersebut di karenakan robohnya pagar bangunan depan sekolah sepanjang kurang lebih 20 meter di sebelah kiri pagar ketika akan masuk ke lingkungan sekolah tersebut.
Sijabat selaku pemerhati lingkungan sekolah sekaligus jurnalis senior menjelaskan bahwa kejadian robohnya pagar bangunan SMPN 3 Kresek sudah dilaporkannya ke dinas pendidikan melalui Sekdis, Agus pada beberapa bulan lalu.
” Pengerjaan bangunan ini pada 2025 lalu, belum diserahterimakan/diresmikan namun pagar sekolahnya keburu sudah roboh, pengawasan dinas terkait diragukan. Mohon sama pak Bupati Maeayal Rasyid meninjau ulang kelokasi, SPMB tahun ini cacat,” terang Sijabat pada Natademokrasi, Rabu, 17 Juni 2026.
Terpisah, salah satu guru yang mengajar di SMPN 3 Kresek yang sekaligus panitia SPMB menerangkan bahwa belum ada calon siswa yang mau berkenan mendaftar di sekolahnya dengan alasan takut akan gedung baru yang sudah terealisasi nantinya akan ambruk rata seperti halnya pagar sekolah yang roboh.
Sedianya, pembelajaran para siswa SMPN 3 Kresek sudah berlangsung selama bertahun -tahun lalu yang menumpang menggunakan gedung se-atap di salah satu SDN Ranca Ilat kecamatan Kresek.

