TANGERANG, natademokrasi.com – Pasca pembangunan gedung sekolah baru untuk bidang Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Kresek di desa Talok kecamatan Kresek , kabupaten Tangerang menyisakan persoalan serius bagi sejumlah anak didik siswa-siswi di SMPN 3 Kresek.
Pembangunan gedung baru SMPN 3 Kresek beserta dengan pembangunan pemagaran nya yang dikerjakan sepanjang kurang lebih 100 meter mengalami kerusakan parah sehingga roboh sepanjang 20 meter.

Lamhot Sijabat selaku aktivis pemerhati pendidikan provinsi Banten sekaligus jurnalis yang bernaung di Aliansi Jurnalis Banten, menyayangkan buruknya pengawasan dinas pendidikan serta instansi inspektorat kabupaten Tangerang terhadap laporan masyarakat yang tidak serius di respon atas situasi ambruknya pagar depan SMPN 3 Kresek, Rabu, 17 Juni 2026.
” Realisasi pengerjaan gedung baru SMPN 3 beserta pagarnya pada tahun 2025, namun belum juga selesai pagarnya sudah roboh. Saya mendesak Bupati segara tuntaskan persoalan ini,” tegas Sijabat pada natademokrasi.com.
Ditambahkan Sijabat, tim investigasi yang dipimpinnya sudah menyampaikan persoalan serius atas robohnya pagar SMPN 3 Kresek yang akan digunakan untuk ajaran SPMB 2026 ke Sekdis Disdik kabupaten Tangerang.
” Kadis Disdik kabupaten Tangerang, Dadan Gandana jangan tutup mata atas laporan yang sudah disampaikan secara langsung, ini masalah serius bagi generasi penerus bangsa Republik Indonesia.,” geram Sijabat.
Sedianya, pembelajaran para siswa SMPN 3 Kresek sudah berlangsung selama setahun lalu yang menggunakan gedung se-atap di salah satu SDN Kresek.
Pasca selesainya pembangunan gedung baru SMPN 3 Kresek ini sejumlah peserta didik berharap bisa menggunakan segera gedung baru yang dikerjakan oleh CV. Panen Intan Bersama
Terpisah, Salah satu penjaga sekolah SMPN 3 Kresek meminta kepada Bos proyek yang mengerjakan pagar sekolahnya yang roboh agar serius bertanggung jawab terhadap kurang maksimalnya proyek yang di kerjakan.
” Sangat berbahaya bagi masyarakat yang melintasi depan sekolah, apalagi bila di paksakan jika para siswa dipindahkan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) disini, bila itu di paksakan siapa yang akan bertanggung jawab, pak,” ujar penjaga sekolah pada tim Sijabat.** MENDI DAMANIK/RED…

