JAKARTA, NATADEMOKRASI.COM – Secara tegas dan berkomitmen, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan seluruh anggota Polri menjalani tes urine. Perintah itu menyusul keterlibatan mantan Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro dalam penyalahgunaan narkoba.
Sedianya, dengan rangkaian panjang dan proses yang sangat dramatis, Mabes polri akhirnya menetapkan oknum mantan Kapolres Bima yang tidak bertanggung jawab atas amanah negara Republik Indonesia akhirnya di jebloskan ke dalam penjara bersama sejumlah oknum polisi aktif lainnya.
Tokoh Senior Jurnalis Berkomentar Dukung Langkah Tegas Kapolri

Effendi Tampubolon selaku wakil pimpinan redaksi natademokrasi.com serta tokoh senior jurnalis, menilai dukungannya atas usulan Kapolri agar anggota Polri tes urine tentu saja baik dan positif, tetapi itu saja tidak cukup. Harus ada riset yang objektif terkait fenomena ini serta pengawasan ketat dalam proses tes urine pada semua anggota polisi aktif.
“Sebab akibat banyaknya anggota Perwira Polri itu sebagai pengguna atau pengedar narkoba harus diselidiki dengan serius. Pengentasan masalahnya bagaimana juga harus dicari dan diterapkan, Jangan jadi pencitraan saja” katanya, Sabtu (21/2/2026) di kantor sekretariat redaksi Jln. Sukamulya, Tangerang Banten.
Lebih dari itu tes psikologi secara berkala pun sebaiknya juga dilakukan baik oleh Polri maupun TNI. Tes ini penting sekali karena bisa saja dalam perkembangan hidupnya seorang anggota mengalami hal yang membuat ada penyimpangan dalam kejiwaannya.
“Banyak kasus terkait kejiwaan terjadi seperti contohnya penyalahgunaan senjata, narkoba, kekuasaan (abuse of power) dan lain-lain,” ujar pak Tampu sapaan akrabnya di kalangan jurnalis.
Effendi TB ini menambahkan hal itu semua harus disikapi dengan pembenahan manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) di institusi Polri secara rutin dan berkomitmen tegas.
“Assessment dan Wanjakti harus objektif dan bebas dari like and dislike. Sudah saatnya pimpinan Polri melakukan evaluasi rutin dan melaksanakan tes psikologi berkala. Selain itu, perbaikan pola pendidikan SDM dari tingkat Tamtama sampai Perwira Tinggi,” tegas Effendi Tampubolon. **KURMIATI/RED…

