TANGERANG, natademokrasi.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang kembali di sorot tajam dari sejumlah kontrol sosial atas kinerja yang diduga tidak profesional menjadi pelayan masyarakat luas.
Ketua Umum YLPK PERARI, Hefi Irawan SH., melalui wakil ketua kabupaten Tangerang, Rian Hidayat mengutarakan keprihatinannya atas melemahnya pengawasan terhadap oknum-oknum pejabat dan kepegawaian yang berada di lingkup DLHK.
” Kondisi mental oknum pejabat DLHK saat ini mesti sesegera mungkin di opname darurat, sebelum menjadi virus sampah masyarakat,” tegas Rian pada natademokrasi, Kamis, 23 April 2026.
Sedianya, Rian Hidayat selaku wakil ketua YLPK PERARI Kabupaten Tangerang menjelaskan bahwa banyak sekali indikasi kecurangan yang di lakukan oknum pejabat DLHK sehingga menyebabkan kerugian negara hingga Milyaran rupiah.
” Di TPA Jatiwaringin ditemukan nyata adanya praktik pungli ilegal serta transaksi setoran ‘siluman’ antara sejumlah oknum pejabat dan pegawai DLHK. Masih ditempat yang sama, di temukannya kecurangan korupsi berjamaah berkisar ratusan juta atas penjualan aset negara berupa alat-alat fasilitas, belum lagi dugaan sewa truk AMROL (bak sampah) senilai Miliaran rupiah yang tidak jelas atas efektivitas penggunaan anggarannya,” terang Rian.
Sebelumnya, YLPK PERARI sudah menggugat Bupati Kabupaten Tangerang atas bobroknya kinerja dari dinas PU dan kasusnya masih terus bergulir di PN Tangerang.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah pejabat DLHK tidak dapat berkomunikasi dengan baik.
**J.Sianturi/YLPK…

